Sunday, October 10, 2010

Metode Berfikir ala Ford


Di dalam buku motivasi klasik karangan Nopoleon Hill yang berjudul Berpikir dan Menjadi kaya, ada sebuah kisah yang sangat inspirasional. Diceritakan ketika Henry Fordmemutuskan untuk memproduksi motor V-8 yang termasyhur, dia memilihuntuk membuat sebuah mesin dengan kedelapan silindernya pada satu blokdan memerintahkan para insinyurnya untuk membuat rancangan mesinnya.

Rancangan itu dibuat di atas kertas, tetapi para insinyurnya berpendapat bahwa hal tersebut benar-benar mustahil untuk mencetak blok mesin delapan silinder dalam satu bentuk tunggal yang utuh.

Ford berkata,”Walaupun demikian, buat saja.”

Tapi mereka menjawab,”Ini mustahil!”

“Teruskan saja,” Ford memerintah, “dan terus kerjakan sampai kalian berhasil, tidak peduli berapa banyak waktu yang diperlukan.”

Para insinyur pun terus bekerja. Tidak ada pilihan lain yang bisamereka lakukan kalau mereka ingin tetap bekerja sebagai karyawan Ford.Enam bulan berlalu, dan tidak ada apa pun yang terjadi. Enam bulanberikutnya lewat, dan masih tetap mereka belum menghasilkan apa pun.Para insinyur mencoba setiap rencana yang bisa dipikirkan untukmelaksanakan perintah, tetapi semuanya kelihatan tidak mungkin. “MUSTAHIL”.

Akhir tahun itu Ford memeriksa pekerjaan insinyurnya, dan sekali lagimereka mengatakan kepadanya bahwa mereka tidak bisa menemukan cara apapun untuk melakukan perintahnya.

“Teruskan saja,” kata Ford. “Saya menginginkannya, dan saya akanmendapatkannya.” Merekapun terus bekerja, dan kemudian seakan-akan kenasentuhan magic dari Ford. V-8 pun terwujud.

Kisah ini menceritakan bagaimana Ford berpegang teguh kepada apa yang dia lihat dalam pikirannya. Ditambah dengan keinginan yang kuat untuk mewujudkannya menjadi nyata. Sehingga V-8 benar-benar terwujud.

Rahasia Ford ini bernilai jutaan dolar AS. Bayangkan, apabila kita mampu menerapkan prinsip sukses ini dalam kehidupan kita!

oleh : Daniel Kurniawan

Sunday, October 3, 2010

Dirimu adalah Hartamu


Dari mana datangnya harta yang Anda miliki saat ini? Ketika lahir, kita datang ke muka bumi ini tanpa membawa apa-apa; tidak juga emas, berlian dan uang. Kita datang hanya dalam bentuk tubuh, pikiran, dan jiwa, namun sebetulnya inilah yang sangat bernilai, melebihi nilai materi apa pun.

Kalau seandainya jari manis Anda ditukar dengan uang senilai Rp 10.000.000,- apakah Anda mau ? Kalau tidak mau, lalu berapa nilai uang yang Anda inginkan? Saya percaya, Anda tentu tidak ingin menukarkan jari manis Anda dengan berapapun besarnya uang itu, kan? Tubuh adalah pelayan bagi pikiran, dialah yang mengerjakan apa yang Anda pikirkan dan sekaligus mengalaminya. Tubuh adalah tempat bagi pikiran untuk mengekspresikan diri. Tanpa tubuh, Anda tidak mungkin bisa mengalami apa yang ingin Anda alami. Kalau menyadari ini, tentu Anda akan merawat tubuh anda dengan sebaik-baiknya, menjaga agar tubuh tetap prima.

Pikiran adalah penghasil ide dan gagasan. Ide dan gagasan yang cemerlang dapat berubah menjadi harta secara fisik yang tak terhingga. Sebagai contoh : Microsoft penghasil software komputer yang mendunia, muncul dari gagasan cemerlang Bill Gates. Idenya kini menghasilkan miliaran dolar AS. Pikiran adalah penggerak tubuh, dialah yang membawa arah hidup Anda. Jika pikiran jernih, tentu Anda akan mampu membawa arah kehidupan yang baik. Sebaliknya jika pikiran kacau, Anda akan terpeleset pada arah kehidupan yang kurang menyenangkan.

Tahukah Anda, siapa pembimbing diri Anda? Itulah jiwa Anda..! Jiwa Anda menginspirasi untuk menemukan siapa diri Anda yang sesungguhnya. Jiwa Anda juga senantiasa mendorong Anda untuk bergerak maju. Jiwa Anda juga membimbing Anda pada jalan-jalan yang benar, yang bisa membuat Anda merasa senang dan bahagia. Anda perlu berkomunikasi terus menerus dengan jiwa Anda, agar dia senantiasa menginspirasi Anda dengan hal-hal yang positif.

Kalau sudah tahu seberapa besar nilai diri Anda, untuk apa lagi Anda merasa tidak berharga, merasa miskin, merasa tidak mampu? Perasaan inferior ini sebetulnya menunjukkan bahwa Anda belum benar-benar mengenali siapa diri Anda yang sebenarnya, dengan demikian Anda merasa tidak percaya diri. Untuk itu sangatlah penting untuk menggali dan menemukan jati diri Anda. Sebab sebelum menemukan siapa diri Anda yang sebenarnya, Anda akan hidup diselimuti dengan ketakutan dan hidup hanya mengandalkan peruntungan atau belas kasih dari orang lain.

Mulai sekarang berikan penilaian yang tertinggi buat diri Anda, temukan dirimu sendiri dan cintailah dirimu; kembangkan dan latihlah pikiran Anda agar mampu menghasilkan ide-ide kreatif yang bernilai guna tinggi. Dan ikutilah kehendak jiwamu. Menjawab pertanyaan di atas, harta yang Anda miliki saat ini berasal dari diri Anda sendiri; dari tubuh, pikiran, dan jiwa yang bersih dan sehat.

Oleh : Soegianto Hartono

Monday, September 20, 2010

Belajar Memaafkan


"To forgive is to set a prisoner free and discover that the prisoner was you. - Memaafkan sama dengan membebaskan seorang tahanan dan mendapati bahwa tahanan tersebut adalah diri Anda sendiri.(Lewis Benedictus Smedes (1921-2002); penulis & profesor teologi di California, USA.
Kita mungkin selalu berpikir bahwa kita hanya bisa belajar dari mereka yang baik pada kita. Padahal sebenarnya kita dapat belajar hal berharga dari mereka yang telah melukai dan menghancurkan hati kita. Berikut ini kisah tentang Azmi Khamisa, orang yang sangat saya kagumi kebesaran hatinya memaafkan orang yang telah membunuh putra yang sangat ia sayangi, Tariq Khamisa.
Kesedihan Azmi bermula dari kejadian pembunuhan terhadap putranya pada tanggal 21 Januari 1995. Tony Hick menodongkan senjata api pada Tariq karena sakit hati Tariq menolak menyerahkan piza secara gratis. Tariq tewas di tangan Tony Hick.
Hebatnya, Azmi Khamisa memilih untuk memaafkan dan berdamai. "I tooka different response to this tragedy. Saya ingin merespon tragedi ini dengan cara berbeda," katanya. Dalam sebuah acara High Performance Leadership Program IMD, pria tersebut juga mengatakan bahwa ia tak perlu menuntut. Sebab Tariq maupun Tony sama-sama menjadi korban dua sisi senjata api yang berbeda.
Azmi berbesar hati menemui kakek Tony, Ples Felix, untuk menyampaikan bahwa ia sudah memaafkan Tony. Kebesaran hati pria tersebut membuat Ples Felix tergerak hati mendukung didirikannya yayasan Tariq Khamisa Foundation (TKF). Yayasan yang didirikan pada Oktober 1995 itu ditujukan khusus untuk memutuskan mata rantai kejahatan anak-anak dengan memberikan pendidikan tentang pentingnya membuat pilihan hidup yang tepat. Bahkan Tony bertekad untuk mendedikasikan seluruh hidupnya untuk mendukung yayasan tersebut kelak jika ia keluar dari penjara.
Sejak didirikan, yayasan tersebut setiap tahun mendidik lebih dari 20.000 orang.Kontribusi yayasan tersebut terhadap kaum muda telah banyak dirasakan manfaatnya, sebab semakin banyak anak muda sudah mampu membuat keputusan positif dan mencegah terjadinya tindak kejahatan. Dengan cara memaafkan dan berkontribusi melalui yayasan TKF, Azim mampu melewati masa sulit dan kembali menemui kebahagiaaan lagi.
"Forgiveness issomething you do for yourself. If I did not forgive Tony I would be very angry at him and if I am angry who does it hurt? Myself. Memaafkan adalah hadiah untuk diri sendiri. Jika saya tidak memaafkan Tony mungkin saya akan sangat benci dia, dan jika saya terus marah lalu siapa yang terluka? Saya sendiri (yang terluka)" katanya.
Azmi merasa memaafkan menjadikan pikiran, perasaan, dan sikapnya lebih positif. Kenyataannya, memaafkan memang jauh lebih bermanfaat bagi kesehatan mental maupun fisik, yaitu sistem kekebalan tubuh lebih kuat dan hormon yang memicu stres berkurang, hubungan sosial dan lingkungan kehidupan juga menjadi lebih baik. Masih banyak lagi keuntungan yang dapat kita petik dan cukup menjadi landasan kuat mengapa sebaiknya kita melepaskan kemarahan dan saling memaafkan.
Memaafkan memang bukan hal yang mudah dilakukan dan tidak dapat dipaksakan. "Forgiveness, like love, can't be forced. Memaafkan sama dengan cinta, tak dapat dipaksakan," kata Frederic Luskin, PhD, director of the Stanford University Forgiveness Project dan penulis "Forgive For Good: A Proven Prescription for Health and Happiness".

Tetapi ada beberapa hal yang mungkin dapat melatih kita mudah memaafkan, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.
Pertama adalah fokus pada hal-hal atau kejadian-kejadian yang positif, karena dapat menciptakan pengalaman yang mendorong kita untuk bersedia memaafkan. Tetapi bila kita mempertahankan rasa sakit karena disakiti orang lain, lambat laun kekuatan alamiah fisik maupun spiritual kita akan hancur dan menjerumuskan diri kita sendiri ke dalam pengalaman yang lebih berat. Oleh sebab itu, berusahalah melihat kebenaran dan sisi positif dari segala hal. Memang butuh perjuangan, tetapi dengan cara itu kehidupan kita akan lebih menyenangkan.
Kedua adalah melakukan manajemen stres, dengan cara meditasi, mengambil nafas panjang, relaksasi, dan lain sebagainya. Kita boleh berharap memiliki segala yang kita inginkan, tetapi apa daya kenyataan memberi apa yang kita miliki saat ini. Bermacam cara manajemen stres seperti itu akan membantu kita menerima dengan ikhlas situasi apapun yang sedang kita alami dan bersabar menghadapi tantangan berikutnya.
Ketiga adalah mendalami nilai-nilai agama yang dianut, dengan beribadah dan berdoa sekaligus melaksanakannya. Kekuatan spiritual memudahkan kita bersyukur atas segala yang masih kita miliki, berserah dan berpikir positif atas kehendak Tuhan YME. Bila kita tekun menjalankan langkah ini maka kita akan mudah melupakan kesalahan orang lain, mendapatkan ketenangan pikiran dan kebahagiaan, serta mampu bertindak lebih positif.
Keempat adalah berempati yaitu mencoba membayangkan keadaan orang yang telah melakukan kesalahan kepada kita dan berusaha memakluminya. Cara ini butuh kesabaran dan mungkin sedikit sulit. Tetapi cara ini setidaknya membantu kita agar tidak menjadi korban rasa sedih, marah, kecewa, dan bermacam perasaan menyedihkan lainnya.
Kemarahan dapat memicu stres, hipertensi, sakit jantung, berbagai penyakit dan perasaan negatif lainnya. Jika kita mampu mengubah kemarahan menjadi memaafkan, itu akan memberi kekuatan pada kita untuk melakukan lebih banyak tindakan positif dan rasa percaya diri menatap masa depan. Bagaimanapun juga memaafkan akan membuat diri kita menjadi jauh lebih baik. Jadi jangan pernah berhenti untuk belajar, terutama belajar memaafkan.

sumber : Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best seller.