Sunday, December 20, 2009

Menggambar Cita - Cita


Ketika seorang anak kecil ditanya apa cita-citanya kelak, pasti jawaban tangkas dan cepat akan langsung terlontar dari bibirnya; dokter, artis, tentara, presiden, dll. Cita-cita begitu mudah masuk ke dalam ruang benak seorang anak-anak karena mereka masih polos dan lugu. Semua karakter impian itu meresap dalam ke dalam pikiran polos mereka, karena mereka melihat betapa indahnya menjadi karakter impian mereka. Mereka sama sekali belum mengetahui betapa banyaknya tingkatan pola tindakan / perilaku yang harus mereka penuhi untuk mencapai posisi pada status atau pangkat kemasyarakaratan itu.

Coba bandingkan ketika pertanyaan yang sama Anda lontarkan kepada anak-anak usia SMP, atau bahkan SMA. Bisa ditebak jawaban mereka tidak sespontan dan seberani sebagaimana saat mereka masih kanak-kanak atau balita. Semakin tinggi tingkat pendidikan sesorang maka ia akan semakin sulit untuk mengatakan apa cita-cita mereka. Karena dengan bertambahnya ilmu dan memori dalam otak, semakin banyak nalar dan pertimbangan dalam pola berpikir sebelum mengejawantah menjadi sebuah perkataan atau tindakan.

Cita-cita orang seiring pertumbuhan usia dan kedewasaan mereka cenderung akan melebar, tidak spesifik. Meski ada sedikit kadar cita-cita kanak-kanak mereka yang terus mengikuti sampai ujung usia. Rata-rata impian dewasa lebih bersifat materi dan penghargaan.

Namun sering lupa disadari bahwa semakin banyaknya komparasi, akan semakin menjadikan standar / target pencapaian menjadi blur dan bukan mustahil berakhir kepada pudarnya keinginan baik seseorang. Pencapaian menjadi sangat sulit karena semakin banyak pula kompetitor yang berkeinginan sama dengan kita. Ambil contoh, seorang staf yang berkeinginan menjadi seorang manajer, maka dia harus bersaing dan berlomba dengan banyak karyawan lainnya yang berkeinginan sama dengannya. Demikian pun seseorang yang berkeinginan menjadi artis maka dia harus berani menguasai seluas-luasnya pergaulan, karena saat ini perusahaan agensi sedemikian banyaknya.

Kenyataan sementara ada yang berhasil dan ada yang “gagal” mewujudkan cita-cita mereka. Mengganti cita-cita dan kembali “gagal”.

Apakah Anda percaya sebuah pencapaian itu telah ditetapkan mutlak oleh Tuhan kepada orang-orang tertentu ? Apakah Anda mengamini bahwa Tuhan menginginkan si A menjadi begini, dan si B menjadi begitu … seterusnya ?

Apakah cita-cita tidak selalu cocok untuk semua orang ? Jawabannya TIDAK, semua orang memiliki kemungkinan yang sama.

Apakah hanya orang-orang tertentu saja yang bisa meraih impian sesuai harapannya ? Jawabannya TIDAK, semua orang memiliki kesempatan sama.

Apakah seseorang mesti memiliki kompetensi atau keunggulan yang sama untuk bisa meraih impian yang diinginkannya ? Jawabannya TIDAK, semua orang memiliki keunggulan komparatifnya masing-masing.

Tuhan hanya memilih menetapkan orang-orang secara khusus hanya untuk menjadi Nabi dan RasulNya. Selebihnya kita semua umat manusia ini adalah secitra denganNya. Jadi semua diberikan hak dan kesempatan sama untuk menjadi apapun yang diinginkannya.

Saya mengerti pertanyaan yang terpendam di hati Anda. Mengapa ada orang yang sedemikian mudahnya mencapai impiannya ? Mengapa mereka yang menurut kebanyakan orang seharusnya tidak layak meraih predikat tertentu karena bekal akademik yang kurang memadai ? Dan pertanyaan-pertanyaan bernuansa keraguan lainnya.

Rahasia sederhana dari mereka yang mencapai impiannya meski “tidak pantas dan selayaknya”, adalah karena mereka memiliki gambar cita-cita dan menyimpannya.

Saya mengerti kebingungan di raut wajah Anda; menggambar cita-cita ?

Mungkin Anda pernah mendengar pernyataan bahwa impian akan tercapai entah kapan, hanya dengan rajin membayangkannya. Benar ?

Mari kita samakan persepsi mulai sekarang. Hapus paradigma hanya membayangkan cita-cita. Membayangkan tanpa tindakan hanya omong kosong.

Sekarang izinkan saya menghapus setitik dari memori ingatan Anda semua, zap ! mulai sekarang Anda tidak akan membayangkan cita-cita Anda dan menunggu tiada berkesudahan. Mulai sekarang ambil pinsil atau alat tulis lainnya. Lalu gambarkanlah apa yang Anda cita-citakan. Berikan warna seindah mungkin agar membangkitkan hasrat Anda untuk penyegeraan terwujudnya cita-cita Anda.

Ambil contoh, Anda menginginkan sebuah mobil, maka gambarkanlah mobil sesuai impian Anda [pastikan mereknya / warnanya / tahun produksinya]. Atau Anda berkeinginan besar menjadi seorang artis hebat, Anda bisa menggambar diri Anda sedang berada di atas panggung megah dengan applaus banyak sekali orang [boleh juga anda gambarkan kostum panggung Anda]. Dan lain sebagainya impian Anda.

Sudah ? Sekarang mari kita sedikit bermain ilmu kebatinan.

Setelah Anda melihat hasil gambaran cita-cita Anda, apakah yang terbaca darinya ? Keagungan, kemegahan, keindahan, kepuasan. Lalu saya yakin Anda tidak akan membantah bahwa untuk mencapai itu semua pasti membutuhkan cara dan sarana, benar ?

Kembali lihatlah dalam-dalam dan renungilah gambar cita-cita Anda tadi. Tambahkanlah sebuah cara lainnya, dan semakin banyak Anda menambahkan cara akan semakin baik.

Selesai dan Anda simpanlah gambaran cita-cita itu.

Oh saya masih membaca raut wajah bingung tentang penglihatan cara dalam sebuah gambar cita-cita.

Begini.

Bila Anda menggambar mobil karena ingin memilikinya, maka cara termudah untuk mengejawantahkan mobil itu menjadi bentuk mobil seutuhnya adalah dengan menabung, untuk menabung caranya Anda harus berperilaku hemat, lalu Anda harus mengupayakan kenaikan penghasilan Anda secara nyata, caranya bekerjalah giat dan jujur. Insya Allah mobil impian Anda akan menghiasi rumah Anda.

Hal sama bisa Anda lakukan untuk rumah idaman, misalnya. Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah membuat rancangan denahnya, sehingga Anda bisa mengetahui luas tanah yang harus Anda persiapkan. Dengannya Anda bisa mereka-reka jumlah anggaran yang diperlukan untuk pembangunannya. Alternatif bila belum memiliki dana cukup, Anda memerlukan pinjaman, maka Anda harus memenuhi syarat menciptakan kepercayaan dari bank, yaitu reputasi dan referensi baik dari perusahaan tempat Anda bekerja, dan memiliki tabungan yang grafiknya membukit, bukan menggambarkan grafik gigi ikan piranha [kredit, debit, kredit, debit dan seterusnya tanpa adanya peningkatan saldo].

Bila Anda menginginkan jadi public figure yang dihormati atau menjadi panutan, maka Anda harus menciptakan cara untuk menjadi pribadi yang santun, berwawasan luas, memiliki jaringan pergaulan luas dengan pribadi-pribadi lain yang bisa mendukung dan mengangkat derajat Anda. Bukan berarti Anda harus memilih bergaul dengan orang-orang tertentu saja, Tuhan akan langsung menegur dan membatalkan impian Anda. Bergaullah dengan sebanyak-banyaknya karakter, namun jangan habiskan waktu Anda berkumpul dengan karakter yang mematikan impian Anda.

Sudah mulai terang kan sekarang ?

Jadi jangan lagi bangga dengan membayangkan cita-cita Anda lagi, bertindaklah dengan menggambarkannya, dan Anda akan melihat cara-cara baik darinya untuk ngejawantahnya cita-cita Anda.

Tidak ada kemustahilan, jadilah pemimpin sejati bagi diri Anda sendiri untuk mengendalikan arah masa depan Anda.

Bertindaklah aktif, jangan membayangkan.


Salam gemilang

Oleh : Benedict Agung Widyatmoko

Saturday, December 19, 2009

Friday, October 2, 2009

Rahasianya adalah “Pilihan” Anda !


Dalam hidup kita, seringkali ada perbedaan yang mencolok di antara satu dengan yang lain. Ada orang yang sangat sukses, ada yang rata-rata, dan ada juga yang gagal. Lantas apa yang membedakannya ?

Beberapa hari yang lalu, saya menanyakan satu pertanyaan kepada teman-teman di Facebook : “Apa yang membedakan orang yang mempunyai penghasilan 1 juta perbulan dengan orang yang mempunyai penghasilan 100 juta perbulan?" Apakah orang yang penghasilan 100 juta perbulan mempunyai kepintaran 100 kali lipat dibandingkan dengan yang mempunyai penghasilan 1 juta perbulan ?? Langsung saya mendapatkan banyak tanggapan dan komentar dari teman-teman.

Dalam artikel ini, saya ingin sharing apa yang disampaikan oleh teman-teman di facebook, begitu juga tanggapan dari beberapa peserta dalam seminar saya. Jawaban yang paling sering dilontarkan adalah bahwa :

1Orang yang penghasilan 100 juta lebih kerja keras dan rajin dari pada yang 1 juta. 2Lebih berani ambil risiko dan selalu take action. 3Orang yang punya penghasilan 1 juta tidak berani untuk bermimpi, tidak melakukan secara maksimal, belum apa-apa selalu negatif duluan... menganggap 100 juta itu impossible dan hanya mengganggap orang-orang yang berilmu tinggi yang sanggup mendapatkan penghasilan 100 juta. alias minder. 4Orang yang 100 juta mempunyai sistem yang bekerja untuk mereka alias lebih bijak. 5Orang yang berpenghasilan 100 juta mempunyai impian dan target yang jauh lebih besar alias ukuran impian mereka. 6Tempat di mana mereka bekerja atau alat yang dipakai. 7Sistem kepercayaan/ keyakinan mereka. 8.Kemampuan melihat peluang dan selalu melakukan yang terbaik. 9.Kemampuan memimpin/delegasi tugas. 10.Orang yang 100 juta lebih positif thingking dan selalu mencari kesempatan disetiap tantangan yang dihadapi. 11Faktor keberuntungan/nasibnya lebih baik. 12Mempunyai tujuan yang jelas untuk apa setelah mendapatkan 100 juta, sehingga passion nya lebih besar. 13Lebih banyak melayani dan selalu membuat orang lain senang. 14Cara kerja dan prosesnya berbeda. 15Knowledge dan informasinya lebih lengkap/ karena tahu caranya. 16Dan banyak sekali faktor lainnya.

Semua jawaban di atas ini adalah benar dan merupakan faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan antara orang yang mempunyai penghasilan 100 juta perbulan dengan yang penghasilan 1 juta. Tetapi kurang tepat karena masih ada satu faktor yang paling penting atau kita sebut kunci utamanya. Karena kebanyakan kita sudah tahu jawaban di atas, tetapi hidup kita tidak berubah, dan tetap biasa-biasa saja. Jawaban-jawaban di atas ibaratnya adalah mutiara-mutiara/batu diamond yang berceceran di lantai, dimana masih kurang satu faktor terpenting yang bisa membuat batu-batu diamond itu menjadi sangat berharga yaitu talinya. Jika mutiara-mutiara itu kita satukan dan rangkakan dengan talinya, maka akan menjadi sebuah kalung diamond yang begitu indah dan bernilai tinggi. Begitu juga dalam hidup kita dan faktor terpenting itu adalah PILIHAN Anda ! Yes.. Pilihan Andalah yang menentukan segalanya.

Apakah jawabannya adalah sesederhana ini, saya sering mendapat respon dari teman-teman dan peserta seminar: “Masa perbedaannya adalah pada pilihan kita, kalo gitu saya pasti mau pilih 100 juta dong..” Ya Betul.. tapi pertanyaannya adalah : “Apakah selama ini Anda sudah buat pilihan? Keputusan dalam hidup Anda untuk menjadi orang yang mempunyai penghasilan 100 juta perbulan?” Dan jawabannya Anda tahu sendiri…

Pembaca yang budiman,

Dalam hidup kita yang hanya 1 kali ini saja, buatlah pilihan yang berharga dalam hidup Anda. Anda pantas untuk hidup jauh lebih sukses dan lebih baik dari hari ini, sesuai ilustrasi di atas, Anda juga berhak untuk mempunyai penghasilan 100 juta perbulan atau 100 kali lipat dari penghasilan Anda sekarang.

Sekarang Anda sudah tahu rahasianya adalah pilihan Anda, so beranilah untuk buat pilihan, karena ketika Anda membuat pilihan, maka Anda akan sadar bahwa harus melakukan dengan cara yang berbeda. Anda akan lebih rajin dan lebih smart dalam memilih alat.

Jika Anda fokus pada hasil 100 kali lipat dari sekarang, Anda pasti mulai mencari segala faktor dan strategi yang mendukung Anda untuk mencapainya. Bertanyalah kepada diri Anda sendiri: apa yang harus saya lakukan, apa yang harus saya pelajari, siapa yang bisa membantu saya, mungkin saya harus pakai alat/kendaraan apa, sistem apa yang saya bisa pakai supaya bisa melipatgandakan hasil saya. Mulailah sebuah pencarian dan petualangan baru, yang pasti setelah Anda sudah membuat pilihan, maka hidup Anda mulai berubah!

Selamat mencoba dan saya doakan semoga Anda menempuh sebuah perjalanan hebat yang luar biasa dan segera memiliki kehidupan yang jauh lebih Sukses, Sehat, Kaya, dan Bahagia!

Oleh : Rudy Lim